berikut yang bukan merupakan pengaruh interaksi desa dengan kota adalah
Question9. 60 seconds. Q. Jika suatu masyarakat bertukar barang dengan hasil pekerjaan orang lain, maka sebenarnya telah terjadi interaksi. Berikut ini yang bukan merupakan sarana dalam interaksi sosial, adalah. answer choices. adanya jalur transportasi desa-kota. adanyua jaringan telekomunikasi antar kota.
20 Dengan maraknya konversi lahan dan terbentuknya kota-kota baru di Asia memicu terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Berikut ini yang bukan merupakan faktor pendorong perpindahan penduduk dari desa ke kota adalah . A. banyaknya peluang kerja dan kesempatan berusaha di k
1 Kelurahan berkedudukan dalam ibukota provinsi, ibukota kabupaten, kota/kotif. 2) Pemerintahan desa terdiri dari Kepala Desa. 3) Desa tidak berhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri. 4) Kepala Kelurahan dipilh langsung, umum, bebas dan rahasia. Dari 4 pernyataan diatas, yang merupakan pernyataan yang benar adalah.
Bukankebetulan tts 79; Faktor non alami yang mempengaruhi dinamika penduduk adalah sejak UU Nomor 2 Tahun 1989 sampai berakhirnya rezim Orde Baru.Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran dan sebagai mata kuliah merupakan salah satu status pendidikan kewarganegaraan yang praktis dalam pendidikan di Indonesia sekarang ini
Penelitianini sangat penting untuk mengetahui bagaimana nilai sosial budaya khususnya nilai norma, sikap dan nilai kepercayaan mempengaruhi partisipasi masyarakat etnik Towani Tolotang dalam musyawarah rencana pembangunan. Keterlibatan partisipasi
Site De Rencontre Européen 100 Gratuit. - Wilayah desa dan kota pada dasarnya merupakan interaksi wilayah yang saling berkaitan dan saling memengaruhi dari segi ekonomi, sosial, politik, dan budaya, serta lingkungan. Interaksi desa-kota adalah proses hubungan yang bersifat timbal balik antar unsur-unsur yang ada dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru, baik berupa fisik maupun non fisik. Adapun, bentuk interaksi desa-kota seperti dikutip laman Sumber Belajar Kemdikbud, seperti berikut a. Kerjasama antar pendudukb. Penyesuaian terhadap lingkunganc. Persaingan fasilitas hidupd. Asimilasi Interaksi antara desa-kota melahirkan suatu perkembangan baru bagi desa maupun bagi kota. Hal ini disebabkan adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa maupun kota, dan adanya persamaan kepentingan. Faktor yang Memengaruhi Interaksi Desa-Kota dalam Pemerataan Pembangunan Interaksi menggambarkan proses saling memengaruhi baik aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Interaksi antara desa dan kota terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan dan potensi yang ada di kota dan desa. Faktor yang memengaruhi interaksi desa kota terbagi dua yaitu, faktor pendorong dan faktor penarik. Berikut ini adalah penjelasannya, seperti dikutip dalam modul Geografi Kelas XII 2020 Faktor Pendorong Polusi, kemacetan, criminal, tidak ada ruang terbuka hijau sehingga penduduk tidak nyaman special force. Lokasi sudah tidak sesuaI untuk kegiatan industri, sehingga pindah ke pinggiran kota yang lalu lintasnya lancer dan penduduk belum padat site force. Harga tanah mahal, pajak tinggi, dan jumlah penduduk banyak force of social evaluation. Ketidakpuasan fungsi ruang, pemukiman sempit dan tidak sehat situasional force. Fasilitas umum tidak memadai, tidak lengkap, dan cenderung membahayakan pengguna statu and organization of occupancy. Faktor Penarik Lokasi dekat dengan pusat kota yang dinilai lebih strategis bagi kegiatan industri site attraction. Terdapat kegiatan bisnis dengan kemudahan aksesibilitas functional convenience maximum accessibility. Adanya fasilitas umum untuk olahraga, hiburan, seni budaya yang dapat dikunjungi penduduk functional magnetism. Orang akan lebih bangga tinggal dengan pusat kegiatan perdagangan atau perbelanjaan functional prestige. Dampak Interaksi Desa-Kota dalam Pemerataan Pembangunan Interaksi merupakan kontak atau hubungan antara dua wilayah atau lebih yang menimbulkan suatu kenyataan yang baru dalam wujud tertentu. Perkembangan dan pertumbuhan desa yang pesat perluasan jaringan jalan desa-desa, dan kebutuhan desa-kota telah memicu interaksi secara efektif dan efisien. Sementara, berikut ini adalah dampak positif dan negatif dari interaksi desa-kota dalam pemerataan pembangunan. Dampak Positif Bagi Desa Meningkatnya taraf Pendidikan. Informasi dan komunikasi dapat mudah diterima masyarakat. Pembangunan infrastruktur di desa sehingga memudahkan aksesibilitas. Meningkatnya produktivitas penduduk desa dengan teknologi tepat guna. Meningkatnya kesejahteraan penduduk dengan meratanya pembangunan. Berkembangnya organisasi di desa yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk. Dampak Negatif Bagi Desa Modernisasi pengaruh kota telah melunturkan orientasi petani sebagai mata pencaharian. Siaran televisi dapat memengaruhi sikap masyarakat desa untuk hidup konsumerisme dan kriminalitas. Tenaga muda di desa lebih tertarik bekerja di kota daripada menjadi petani. Alih fungsi lahan akibat adanya pertumbuhan kota yang mengarah di perbatasan desa-kota. Tata cara dan pola hidup masyarakat kota cenderung mengubah masyarakat desa. Pencemaran lingkungan, meningkatnya pengangguran, pembangunan tidak terkendali, berkurangnya bahan pangan, dan sebagainya. Dampak Positif Bagi Kota Tercukupinya kebutuhan pangan bagi penduduk kota yang berasal dari desa. Jumlah tenaga kerja di kota yang melimpah. Produk-produk kota dapat dipasarkan di desa. Peluang untuk berwirausaha yang luas. Dampak Negatif Bagi Kota Penduduk desa yang datang ke kota tanpa keahlian menimbulkan permasalahan. Penduduk berpendapatan rendah sulit memenuhi kebutuhan hidup. Nilai lahan di kota mahal, warga yang tidak mampu terpaksa menggunakan lahan yang tidak layak huni. Terjadinya degradasi lingkungan karena pembangunan yang tidak terkendali. Baca juga Contoh Asimilasi dan Akulturasi di Indonesia Beserta Penjelasannya Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial dan Contoh Perilakunya Akulturasi dan Asimilasi; Pengertian, Perbedaan & Contoh - Pendidikan Penulis Maria UlfaEditor Addi M Idhom
- Perubahan ruang dan interaksi antarruang dapat terjadi di lingkup desa dan kota. Hal tersebut menimbulkan berbagai pengaruh bagi desa maupun kota. Di Asia dan benua lainnya, perubahan ruang terlihat dari adanya alih fungsi lahan dari hutan menjadi pertanian dan permukiman, serta dari pertanian menjadi permukiman. Perbandingan Jumlah Penduduk yang Tinggal di Desa dan di Kota Sekitar 50 persen lahan di Asia telah berubah menjadi wilayah pertanian. Banyak daerah di Asia berubah menjadi daerah perkotaan. Baca juga Dinamika Penduduk Benua Australia Budaya Suku Asli hingga Bahasa Nasional Penduduknya Perubahan tersebut mendorong terjadinya interaksi antarruang dalam bentuk perpindahan penduduk dari desa ke kota. Ada sejumlah faktor yang mendorong penduduk desa di Asia pindah ke kota, yaitu alasan ekonomi seperti makin terbatasnya lapangan kerja di desa dan faktor lainnya seperti konflik, bencana alam, terbentuknya gurun desertifi cation dan intrusi atau masuknya air laut ke arah daratan. Interaksi keruangan antara desa dan kota di Asia dan benua lainnya telah berdampak secara ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pendidikan. Adapun dampak dari interaksi desa kota adalah sebagai berikut. 1. Semakin beragamnya orientasi mata pencaharian dari yang hanya berorientasi pertanian, berkembang menjadi industri yang memanfaatkan hasil pertanian. 2. Semakin meningkatnya produktivitas pertanian dan adanya teknologi tepat guna atau cara bertani yang lebih maju. 3. Semakin baiknya sarana transportasi antara desa dan kota, sehingga memperlancar mobilitas penduduk maupun barang dari desa ke kota atau sebaliknya. 4. Budaya kota biasanya masuk ke desa, baik dalam cara berpakaian, bahasa, seni, dan sebagainya yang tidak selalu sesuai dengan budaya desa. 5. Berkembangnya media massa membuat warga desa semakin melek dengan isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga kesadaran politik warga desa terus meningkat.
- Interaksi desa dengan kota terjadi karena adanya faktor pendorong dan penarik yang memicu hubungan timbal-balik di antara kedua jenis wilayah tersebut. Berbagai dampak interaksi desa-kota pun bisa timbul dalam bentuk positif maupun negatif. Dalam kajian geografi, desa dan kota dianggap sebagai wilayah berbeda karena keduanya mempunyai karakter yang berlainan. Perbedaan desa dan kota terlihat dari segi fisiografis, sosial, ekonomi, hingga budaya. Secara umum, masyarakat di desa lebih homogen dan komunal dibanding komunitas kota, dengan perekonomian cenderung dipengaruhi kondisi geografis wilayahnya. Banyak wilayah desa di Indonesia, misalnya, menjadi tempat bermukim masyarakat agraris sebab tersedia lahan pertanian yang memadai. Sebaliknya, wilayah kota dihuni penduduk yang heterogen, dengan mobilitas tinggi dan sektor perekonomian yang bertumpu pada industri, perdagangan, serta jasa. Kota pun sering kali lebih padat penduduk, dengan masalah dan lembaga sosial lebih kompleks, jika dibandingkan dengan desa. Perbedaan ini mendorong interaksi antara desa dengan kota, terutama karena potensi dan kebutuhan masyarakat di kedua wilayah tidak sama. Di sisi lain, desa dan kota saling terkait dan membutuhkan. Pemahaman ini sejalan dengan pengertian interaksi wilayah dalam studi geografi, yakni hubungan timbal balik di antara 2 kawasan atau lebih yang saling memengaruhi, serta bisa menimbulkan dampak positif ataupun negatif, berupa kemunculan gejala, kenampakan, dan permasalahan baru. Bentuk hubungan timbal balik dalam interaksi wilayah bisa perpindahan pergerakan barang, gagasan atau informasi, dan manusia. Kajian interaksi desa dan kota dalam studi geografi merupakan bentuk implementasi pendekatan wilayah dalam disiplin ilmu ini. Mengutip ulasan berjudul "Geografi Desa dan Pengertian Desa" karya Dilahur dalam Jurnal Forum Geografi No. 14-15, Th. VII, 1994, pendekatan wilayah dalam geografi didasari oleh konsep areal differentiation. Konsep tersebut memuat teori bahwa interaksi antar-wilayah selalu berkembang saat ada perbedaan karakteristik antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Perkembangan teori interaksi ruang interaksi antarwilayah berutang pada kajian Edward Ullman yang dirilis pada dekade 1940 dan 50-an, tentang ketergantungan antar-kota. Andrew J. Krmenec dan Adrian Esparza, melalui satu artikel dalam Jurnal Geographical Analysis Vol. 25, No. 4, 1993 mencatat, sumbangan Ullman adalah identifikasi 3 faktor yang memengaruhi interaksi wilayah, yakni complementarity, transferability, dan intervening opportunity. Faktor complementary merujuk pada hubungan antar-wilayah yang saling melengkapi karena terdapat perbedaan ketersediaan dan kualitas sumber daya alam maupun manusia. Saat ada daerah pemasok yang mengalami surplus barang, sementara area lain yang kekurangan menjadi penerima suplai, interaksi antar-wilayah faktor transferability, yakni kemudahan proses perpindahan barang, manusia, dan informasi, dari satu wilayah pemasok ke wilayah lain yang membutuhkan. Proses ini dipengaruhi oleh jarak dan biaya maupun sarana transportasi. Dengan demikian, interaksi wilayah tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan akan hubungan saling melengkapi, tetapi juga ketersediaan sarana dan terjangkauanya biaya untuk proses perpindahan sumber daya. Adapun faktor intervening opportunity adalah peluang intervensi dari pihak ketiga. Maksudnya, selama tidak ada alternatif untuk mengatasi kebutuhan 2 wilayah yang menjalin hubungan timbal balik, interaksi akan berlangsung. Contohnya, interaksi antara 2 wilayah yang cukup jauh jaraknya bisa berhenti ketika ada suplai barang dari daerah yang lebih dekat. Kemunculan alternatif suplai barang itu merupakan salah satu contoh intervensi pihak faktor tersebut sekaligus menunjukkan bahwa interaksi ruang interaksi wilayah merupakan sebuah proses, dan karena itu tidak bersifat stagnan. Maka, interaksi desa dan kota pun merupakan proses yang dapat berubah dari masa ke Pendorong dan Penarik Interaksi Desa dan Kota Faktor yang memicu terjadinya interaksi desa dengan kota terbagi menjadi 2 kategori, yakni faktor pendorong dan faktor penarik. Kategori faktor pendorong berkaitan dengan kondisi yang memicu perpindahan orang atau barang dari kota ke desa. Sebaliknya, faktor penarik berhubungan dengan situasi atau kondisi yang memicu pergerakan atau perpindahan penduduk/barang dari desa ke kota. Perincian faktor pendorong dan penarik interaksi desa dan kota, sesuai penjelasan di Modul Geografi Kelas XII KD dan 2020 terbitan Kemdikbud, adalah sebagai berikut. 1. Faktor Pendorong Interaksi Desa dan Kota Polusi, kemacetan, kriminalitas, tidak adanya ruang terbuka hijau, sehingga penduduk tidak nyaman. Lokasi tidak sesuai lagi untuk kegiatan industri, sehingga pindah ke pinggiran kota yang lalu lintasnya lebih lancar dan penduduknya belum padat. Harga tanah mahal, pajak tinggi, dan jumlah penduduk semakin banyak. Ketidakpuasan orang terhadap fungsi ruang, hingga permukiman sempit, padat, dan tidak sehat. Fasilitas umum tidak memadai, tidak lengkap, dan cenderung membahayakan pengguna. 2. Faktor Penarik Interaksi Desa dan Kota Lokasi dekat dengan pusat kota yang dinilai lebih strategis bagi kegiatan industri Terdapat kegiatan bisnis dengan kemudahan aksesibilitas Ada fasilitas umum lebih memadai untuk olahraga, hiburan, seni budaya yang dapat dikunjungi penduduk Orang merasa lebih bangga tinggal dekat pusat kegiatan perdagangan atau ekonomi. Dampak Positif dan Negatif Interaksi Desa-Kota Perkembangan dan pertumbuhan desa maupun kota yang pesat, perluasan jaringan jalan penghubung desa-kota, serta peningkatan kebutuhan masyarakat desa ataupun kota, mendorong interaksi wilayah lebih intensif. Namun, interaksi desa dengan kota, juga menimbulkan kenyataan, gejala, kenampakan, dan masalah baru dalam wujud tertentu. Dampak interaksi antara kota dan desa itu bisa positif maupun negatif. Apa saja dampak positif dan negatif akibat interaksi desa dengan kota?1. Dampak Positif Interaksi Desa-Kota Bagi Desa Meningkatnya taraf Pendidikan Informasi dan komunikasi lebih mudah diterima oleh masyarakat Pembangunan infrastruktur di desa meningkat sehingga memudahkan aksesibilitas Meningkatnya kesejahteraan penduduk desa akibat semakin meratanya pembangunan Berkembangnya organisasi di desa yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk. 2. Dampak Positif Interaksi Desa-Kota Bagi Kota Tercukupinya kebutuhan pangan bagi penduduk kota berkat suplai barang dari desa Jumlah tenaga kerja di kota bertambah banyak dan melimpah berkat suplai orang dari desa Produk-produk kota dapat dipasarkan di desa Peluang untuk berwirausaha bagi warga kota semakin luas. 3. Dampak Negatif Interaksi Desa-Kota Bagi Desa Modernisasi dari pengaruh kota dapat melunturkan orientasi petani sebagai mata pencaharian Siaran televisi dapat memengaruhi sikap masyarakat desa untuk hidup konsumtif Tenaga muda di desa lebih tertarik bekerja di kota daripada menjadi petani Tata cara dan pola hidup masyarakat kota cenderung mengubah masyarakat desa Pencemaran lingkungan, meningkatnya pengangguran, pembangunan tidak terkendali, berkurangnya bahan pangan, dan lainnya. 4. Dampak Negatif Interaksi Desa-Kota Bagi Kota Penduduk desa yang datang ke kota tanpa keahlian menimbulkan permasalahan semisal kemiskinan Penduduk berpendapatan rendah semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup Nilai lahan di kota mahal, warga yang tidak mampu terpaksa menggunakan lahan yang tidak layak huni Terjadinya degradasi lingkungan karena pembangunan yang tidak terkendali. Peran Desa dan Kota dalam Interaksi Wilayah Perkembangan dan pertumbuhan suatu daerah berkaitan erat dengan interaksi dua wilayah atau lebih. Interaksi tersebut akan menimbulkan suatu tatanan baru yang dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pemusatan pebanguan di wilayah perkotaan, juga jaringan transportasi. Interaksi ini terjadi karena adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa dan kota. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan cara pengelolaannya. Maka itu, kota dan desa memiliki peran berbeda dalam proses interaksi antara dua jenis wilayah Peran desa dalam interaksi wilayah desa-kota sebagai penghasil bahan baku untuk kegiatan di kota sebagai penyedia tenaga kerja yang dibutuhkan di kota menjadi destinasi tujuan pemasaran hasil produksi industri di kota sebagai tempat tujuan untuk wisata yang dimanfaatkan oleh masyarakat kota. 2. Peran kota dalam interaksi wilayah desa-kota sebagai pusat pendidikan yang dibutuhkan masyarakat desa sebagai pemasok barang-barang industri yang dibutuhkan di desa sebagai pusat pemerintahan, berbagai kebijakan yang diambil dapat mempengaruhi pembangunan desa sebagai pusat informasi dan perkembangan teknologi yang hasilnya dibutuhkan oleh desa. - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Iswara N Raditya
DFMahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya14 Agustus 2021 0350Mapel Geografi Jenjang SMA Topik Interaksi desa dan kota Interaksi desa dan kota membawa dampak positif dan negatif. Pengaruh positif yang dapat timbul akibat adanya interaksi desa dan kota, yaitu Tingkat pengetahuan penduduk meningkat. Adanya lembaga pendidikan di pedesaan yang mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan penduduk untuk pembangunan desa. Tingkat ketergantungan desa terhadap kota bisa berkurang. Pengaruh negatif interaksi desa dan kota sebagai berikut Gerakan penduduk desa ke kota dapat memengaruhi jumlah penduduk desa usia produktif yang diharapkan dapat membangun desanya. Banyak lahan pertanian desa yang terlantar karena urbanisasi warga. Timbulnya gejala urbanisme. Yang bukan dampak dari adanya interaksi antara desa dan kota adalah D Semoga membantuDSBerikut yang bukan merupakan pengaruh interaksi desa dan kota ialahᴇɴAlasan utama yang melatarbelakangi terjadinya interaksi antar wilayah adalahKVJumlah penduduk di kota X adalah jiwa, kota Y adalah jiwa, dan kota Z adalah jiwa. Adapun jarak kota X-Y adalah 50 km dan kota Y-Z 100 km. Besarnya kekuatan interaksi kota Y dan Z ialah.... KNPeta berskala besar adalah peta yang memiliki skala FNMenjamin keserasian dan koordinasi antara berbagai kegiatan pembangunan di setiap daerah merupakan tujuan pewilayahan untuk.... EOBerikut yang bukan merupakan pengaruh interaksi desa dengan kota adalah..Yah, akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 INTERAKSI DESA DAN KOTA DALAM PEMERATAAN PEMBANGUNANA. Tujuan PembelajaranSetelah kegiatan pembelajaran 3 ini kalian diharapkan dapat mengidentifikasi pola interaksi desa dan kota, menjabarkan faktor-faktor interaksi desa dan kota, mengemukakan usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota, dan membandingkan dampak perkembangan kota terhadap masyarakat desa dan kota dengan benarB. Uraian MateriINTERAKSI DESA DAN KOTA DALAM PEMERATAAN PEMBANGUNANWilayah desa dan kota pada dasarnya merupakan interaksi wilayah yang saling berkaitan da saling mempengaruhi dari segi ekonomi, sosial, politik, dan budaya, serta Faktor yang mempengarhi interaksi desa kota dan menggambarkan proses saling mempengaruhi baik aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Interaksi antara desa dan kota terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan dan potensi yang ada di kota dan yang mempengaruhi interaksi desa kota terbagi dua yaitu, faktorpendorong dan faktor Pendorong dan Penarik Penduduk Desa-Kota Interaksi merupakan kontak atau hubungan antara dua wilayah atau lebih yang menimbulkan sesuatu kenyataan yang baru dalam wujud tertentu. Perkembangan dan pertumbuhan desa yang pesat perluasan jaringan jalan desa-desa, dan kebutuhan desa-kota telah memicu interaksi secara efektif dan Interaksi Desa dan Kota bagi Desa Dampak Interaksi Desa dan Kota bagi KotaPerkembangan dan pertumbuhan suatu daerah berkaitan erat dengan interaksi dua wilayah atau lebih. Interaksi tersebut akan menimbulkan suatu tatanan baru yang dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan di bidang ekonomi, sosial,budaya, politik, pemusatan pembanguan di wilayah perkotaan, juga jaringan ini terjadi karena adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa dan kota. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan cara desa dalam pembangunan adalah sebagai berikut1 sebagai penghasil bahan baku untuk kegiatan di kota2 sebagai penyedia tenaga kerja yang dibutuhkan di kota3 menjadi destinasi tujuan pemasaran hasil produksi industri di kota4 sebagai tempat tujuan untuk wisata yang dimanfaatkan oleh masyarakat kotaPeran kota dalam pembangunan adalah1 sebagai pusat pendidikan yang dibutuhkan masyarakat desa2 sebagai pemasok barang-barang industri yang dibutuhkan di desa3 sebagai pusat pemerintahan, berbagai kebijakan yang diambil dapatmempengaruhi pembangunan desa4 sebagai pusat informasi dan perkembangan teknologi yang hasilnya dibutuhkan oleh Pembangunan Kota dan Alih Fungsi LahanAlih fungsi lahan merupakan sebuah konsekuensi atau akibat dari adanya perkembangan suatu kota. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah kota membutuhkan lahan yang sangat luas, sementara ketersediaan lahan jumlahnya tetap. Hal ini tentu berdampak pada daerah pinggiran yang sebagian besar berfungsi sebagai lahan pertanian kemudian berubah menjadi fungsi lahan dilakukan atas kehendak manusia. Namun dasar pengambilan keputusan tersebut harus dipikirkan secara matang dan mempertimbangkan banyak hal sebab alih fungi lahan yang tidak sesuai dengan perutukannya dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Jika masih terdapat lahan di kota yang masih bisa dikembangkan, maka lebih baik jika lahan tersebut dikembangkan secara optimal. Namun, jika sudah tidak ada lagi lahan yang bisa dikembangkan, maka akan mengintervensi lahan RANGKUMAN D. Latihan SoalPilihlah salah satu jawaban yang paling benar !1. Berikut yang bukan merupakan peran desa terhadap kota adalah ….A. desa menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan di kotaB. desa merupakan tuuan pemasaran komoditas kotaC. desa merupakan pemasok bahan baku utama industri di kotaD. desa merupakan pusat kegiatan pendidikan yang dibutuhkan kotaE. desa merupakan penghasil sumber makanan yang dibutuhkan kota2. Berikut yang bukan merupakan pengaruh interaksi desa dan kota ialah ….A. meningkatnya jumlah penglaju dari desa ke kotaB. kebutuhan lahan semakin meningkatC. meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanianD. meningkatnya jalur transportasiE. kebutuhan akan pendidikan semakin tinggi3. Perkembangan kota-kota besar di Indonesia sering kali menyebabkan alih fungsilahan yang berada di pinggiran kota. Hal ini disebabkan ….A. ketersediaa lahan di kota sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan secara horizontalB. perkembangan di kota sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan secara vertikalC. adanya perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang besarD. lahan yang ada di pinggiran kota harganya relatif lebih murah dengan luasannya terbatasE. lahan di pinggiran kota merupakan potensi untuk dikembangkan sebagai pusatpemerintahan baru4. Hasil pertanian di desa mengalami penurunan, dampak yang ditimbulkannya terhadap kota adalah ….A. terganggunya proses produksiB. menurunnya produktivitas industriC. terganggunya kebutuhan panganD. menipisnya komoditas pupuk kimiaE. menurunnya kualitas industri5. Berikut adalah dampak negatif interaksi antara desa-kota bagi desa, kecuali ….A. modernisasi pengaruh kota telah melunturkan orientasi petani sebagai mata pencaharianB. siaran televisi dapat mempengaruhi sikap masyarakat desa untuk hidup konsumerisme dan kriminalitasC. alih fugsi lahan akibat adanya pertumbuhan kota yang mengarah di perbatasan desa-kotaD. pencemaran lingkungan, meningkatnya pengangguran, pembangunan tidak terkendali, berkurangnya bahan pangan, meningkatnya kesejahteraan penduduk dengan meratanya pembangunan
berikut yang bukan merupakan pengaruh interaksi desa dengan kota adalah